Sunday, November 30, 2025

Ulasan Judheg: Film Banyumas yang Jujur, Sederhana, dan Penuh Realita

Film Judheg karya Misyatun yang merupakan alumni dari IMDE (ATVI) menjadi salah satu film yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ceritanya sederhana, apa adanya, dan tidak dibuat-buat. Film ini mengikuti kisah Warti, seorang remaja yang harus menikah muda dan menjalani kehidupan sebagai istri dan ibu di usia yang sebenarnya belum siap. Masalah ekonomi, tekanan keluarga, dan kerasnya kehidupan desa ditampilkan secara natural, sehingga penonton terasa seperti sedang melihat kehidupan nyata yang mungkin saja terjadi di sekitar mereka. 





Suasana pedesaan yang ditampilkan pun terasa sangat natural. Tidak ada upaya untuk memoles keadaan agar terlihat lebih dramatis atau lebih cantik dari aslinya. Segala kesederhanaan desa mulai dari rumah, lingkungan, hingga interaksi sosial dibiarkan berjalan apa adanya. Penonton jadi merasa dekat karena banyak adegannya mirip dengan kejadian sehari-hari yang sering kita lihat. 


Salah satu hal yang membuat Judheg terasa sangat otentik adalah penggunaan bahasa ngapak secara penuh. Film ini tidak ragu menampilkan bahasa Banyumasan apa adanya, tanpa dibuat-buat dan tanpa menghilangkan karakter khasnya. Hal ini menjadi semakin kuat karena film ini banyak menggunakan pemain lokal, yang memang terbiasa berbicara dengan dialek ngapak dalam kehidupan sehari-hari. Akting mereka menjadi lebih natural, dialog mengalir dengan santai, dan ekspresi yang muncul terasa sangat jujur. Bahasa ngapak tidak lagi terasa seperti properti atau aksen tempelan, tetapi menjadi bagian dari identitas film yang hidup dan membumi. 


Kesederhanaan visual juga menjadi kekuatan Judheg. Pengambilan gambarnya tidak rumit dan tidak berusaha terlihat “wah”. Justru dari gaya visual yang apa adanya inilah kita bisa merasakan realitas yang ingin disampaikan. Kamera membiarkan suasana bicara sendiri, tanpa perlu banyak efek atau manipulasi. Setiap adegan terasa dekat, seolah penonton sedang ikut berdiri di tengah-tengah kehidupan Warti dan orang-orang di sekitarnya. 


Judheg menjadi bukti bahwa cerita yang tampak kecil bisa menjadi karya yang bermakna besar ketika disampaikan dengan jujur. Tidak perlu plot kompleks atau sinematografi megah; justru keberanian untuk tampil apa adanya menjadi kekuatan utama film ini. Dengan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa ngapak yang sepenuhnya alami berkat kehadiran pemain lokal, serta visual yang sederhana namun kuat, Judheg tampil sebagai film yang hangat, nyata, dan jujur. Film ini bukan hanya enak dinikmati, tetapi juga penting untuk direnungkan sebuah pengingat bahwa kehidupan sederhana pun memiliki nilai yang besar ketika diceritakan dengan ketulusan.

Saturday, November 22, 2025

Panduan Penulisan Laporan Magang

Panduan penulisan laporan magang berbasis web ini disusun untuk membantu mahasiswa memahami langkah-langkah penyusunan laporan secara lebih mudah dan praktis. Melalui tampilan yang sederhana dan akses langsung via browser, panduan ini memberikan penjelasan yang terstruktur mengenai format, isi, dan aturan penulisan laporan magang. 

Harapannya, panduan ini dapat menjadi sumber referensi yang jelas dan mudah dipahami sehingga mahasiswa dapat menyusun laporan dengan lebih cepat, rapi, dan sesuai standar akademik.
Panduan Laporan Magang IMDE 2025

Panduan Laporan Magang IMDE

Edisi Terbaru Tahun 2025 • Program Studi Produksi Media

1. Petunjuk Teknis Penulisan

Berikut adalah format standar yang wajib diikuti. Pastikan pengaturan Microsoft Word/Google Docs Anda sesuai sebelum mulai mengetik.

Checklist Format

  • Kertas: Ukuran A4
  • Font Isi: Times New Roman, 12 pt
  • Font Judul Bab: Times New Roman, 14 pt, Bold, Huruf Kapital
  • Spasi Baris: 1.5 spasi (Teks Utama)
  • Spasi Khusus (1.0): Kutipan panjang (>5 baris), Daftar Pustaka, Tabel
  • Paragraf: Rata Kanan-Kiri (Justify)
  • Indensi: Awal paragraf menjorok 6 karakter (0.38 inch)

Visualisasi Margin

4 cm
4 cm
3 cm
3 cm
AREA PENGETIKAN
Times New Roman 12pt

Tips Halaman:
Awal Bab (1, 2..) di Tengah Bawah.
Halaman Lanjutan di Kanan Atas.

2. Sistematika Laporan

Laporan terdiri dari 5 Bab utama dengan rincian sebagai berikut:

BAB I: PENDAHULUAN
  • 1.1 Latar Belakang: Alasan pentingnya magang & pemilihan perusahaan.
  • 1.2 Tujuan Magang: Tujuan umum & khusus (skill teknis).
  • 1.3 Manfaat Magang: Bagi Mahasiswa, Prodi, dan Perusahaan.
  • 1.4 Waktu & Tempat: Lokasi, tanggal, jam kerja, nama pembimbing.
  • 1.5 Ruang Lingkup: Batasan tugas (misal: hanya editing & kamera).
BAB II: LANDASAN TEORI
  • 2.1 Teori Produksi Media: Wajib ada kutipan buku/jurnal (Pra/Produksi/Pasca).
  • 2.2 Konsep Pendukung: Teori spesifik (Storytelling, Lighting, dll).
  • 2.3 Studi Terdahulu: (Opsional) Riset relevan sebelumnya.
BAB III: KEGIATAN MAGANG
  • 3.1 Gambaran Umum: Profil perusahaan, sejarah, visi-misi.
  • 3.2 Deskripsi Divisi: Fungsi divisi tempat Anda bekerja.
  • 3.3 Tugas & Tanggung Jawab: Detail pekerjaan harian faktual.
  • 3.4 Dokumentasi: Foto kegiatan + Narasi 5W1H (Bukan sekadar album).
BAB IV: PEMBAHASAN
  • 4.1 Analisis Penerapan Teori: Bandingkan Teori Bab II vs Praktik Lapangan.
  • 4.2 Hambatan & Solusi: Kendala teknis/non-teknis dan cara mengatasinya.
  • 4.3 Kontribusi: Nilai tambah yang Anda berikan ke perusahaan.
  • 4.4 Evaluasi: Refleksi kritis program magang.
BAB V: PENUTUP
  • 5.1 Kesimpulan: Rangkuman kompetensi yang didapat.
  • 5.2 Saran: Masukan konstruktif untuk Prodi, Perusahaan, dan Mahasiswa.

3. Contoh & Template

Format Halaman Sampul

Judul ditulis Kapital, Bold, Bentuk Piramida Terbalik.

Urutan: Judul Laporan > Periode > Logo IMDE > "Disusun Oleh:" > Nama & NIM > Program Studi > Tahun.

Urutan Kata Pengantar (Wajib)

  1. Tuhan Yang Maha Esa
  2. Rektor IMDE
  3. Wakil Rektor Akademik
  4. Wakil Rektor Kolaborasi
  5. Ketua Program Studi Produksi Media
  6. Dosen Pembimbing (Akademik)
  7. Direktur Perusahaan Tempat Magang
  8. Instruktur Lapangan (Mentor)
  9. Dosen & Staf lainnya

4. Kebijakan Penggunaan AI

⚠️ PERINGATAN PLAGIARISME
Hasil deteksi AI (Turnitin/ZeroGPT) wajib di bawah 40%. Lampirkan bukti screenshot di laporan.

✅ BOLEH

  • Mencari ide kerangka tulisan.
  • Memperbaiki tata bahasa (grammar).
  • Menerjemahkan referensi asing.

❌ DILARANG

  • Copy-Paste mentah hasil AI.
  • Membiarkan AI menulis pengalaman Anda.
  • Menggunakan data palsu (Halusinasi AI).

5. Komponen Penilaian

Nilai akhir gabungan dari Mentor Lapangan (Profesional) dan Dosen Pembimbing (Akademik).
  • Aspek Profesional: Disiplin, Kerjasama Tim, Inisiatif, Tanggung Jawab.
  • Aspek Akademik: Keaktifan Bimbingan, Sistematika Penulisan, Kedalaman Analisis Laporan.

Dibuat berdasarkan Panduan Penulisan Laporan Magang IMDE 2025.

Saturday, November 8, 2025

Trik Baru ChatGPT Go 2025: Cara Dapat Akses Gratis Premium Selama 12 Bulan

Belakangan ini banyak orang penasaran dengan promo ChatGPT Go gratis 12 bulan yang sempat muncul di India. Kabar baiknya, pengguna dari Indonesia juga bisa menikmati promo ini kalau tahu triknya!


baca juga Belajar Kecerdasan Buatan di Produksi Media

Caranya gampang banget dan bisa dilakukan hanya dengan HP atau laptop. 

  • 🔹 1. Aktifkan VPN dan Pilih Server India

Langkah pertama, bikin koneksi internet kamu seolah-olah berasal dari India.
Caranya pakai aplikasi VPN gratis seperti:

  • UrbanVPN
  • ProtonVPN
  • Windscribe

Setelah install, pilih server India, lalu aktifkan VPN-nya. Kalau sudah tersambung, kamu siap lanjut ke langkah berikutnya.

 

  • 🔹 2. Gunakan Akun ChatGPT Baru (Belum Pernah Langganan)

Promo ini biasanya hanya muncul untuk akun baru. Kalau akunmu sudah pernah berlangganan ChatGPT Plus, sebaiknya:

  • Buat akun baru pakai email lain
  • Atau login pakai akun Google baru

 baca juga Gemini Premium Gratis


  • 🔹 3. Login ke ChatGPT dan Tunggu Promo Muncul

Setelah login dengan VPN India, buka situs ChatGPT. Biasanya akan muncul tawaran ChatGPT Go gratis 12 bulan di halaman utama.

Kalau belum muncul, coba:

  • Refresh halaman beberapa kali
  • Login ulang
  • Ganti browser (misalnya dari Chrome ke Edge atau Firefox)

Kadang promo nggak langsung kelihatan, jadi sabar aja ya.

 

  • 🔹 4. Aktifkan ChatGPT Go Gratis

Kalau promo-nya sudah muncul, klik “Coba Gratis” atau “Get Started”.
Kamu mungkin diminta memilih metode pembayaran seperti kartu Visa atau Google Pay. (bisa juga gunakan Gopay, Dana )
Jangan khawatir  selama promo aktif, biayanya tetap Rp0 selama 12 bulan pertama.

 baca juga Buat foto pakai prompt


  • 🔹 5. Batalkan Langganan Agar Tidak Dikenai Biaya Otomatis

Setelah promo aktif, langsung batalkan langgananmu lewat:

Settings → Manage Subscription → Cancel

Jangan takut, walaupun dibatalkan sekarang, kamu tetap bisa pakai ChatGPT Go sampai masa gratisnya habis. Langkah ini penting supaya tidak ada tagihan otomatis setelah promo selesai.

 

  • 🔹 6. Matikan VPN Setelah ChatGPT Go Aktif

Begitu ChatGPT Go berhasil aktif, kamu bisa matikan VPN.
Fitur-fitur premiumnya tetap bisa kamu nikmati meski kamu sudah kembali pakai jaringan Indonesia.
Praktis banget, kan?

 

  • 🔹 7. Kalau Gagal, Coba Trik Alternatif Ini

Kalau promo belum juga muncul, coba beberapa cara ini:

  • Ganti browser atau gunakan mode incognito
  • Gunakan laptop/PC, bukan HP
  • Coba metode pembayaran lain (kartu Visa sering berhasil)
  • Kalau pakai Android, bisa lewat Google Play
  • Pengguna iPhone kadang agak susah, jadi Android lebih disarankan

 

🏁 Kesimpulan

Nah, itu dia cara mudah untuk dapat ChatGPT Go gratis 12 bulan dari Indonesia.
Cukup pakai VPN, akun baru, dan sedikit sabar.

Promo ini bisa berubah kapan saja, jadi kalau berhasil manfaatkan sebaik mungkin!
Dan jangan lupa, batalkan langganan sebelum masa gratis habis supaya tidak kena tagihan otomatis.

 

Wednesday, October 15, 2025

“FFS 2025: Saat Siswa-Siswi SMA Berubah Jadi Sutradara Hebat!”

Jakarta — Festival Film Sosiologi (FFS) kembali digelar sebagai agenda tahunan Departemen Kominfo BEMP Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Tahun ini, ajang bergengsi tersebut berlangsung pada Jumat, 10 Oktober 2025, di Gedung Ki Hajar Dewantara lantai 9, UNJ, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.


Dewan juri berfoto bersama para pemenang

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas siswa-siswi SMA sederajat dalam memproduksi film pendek bertema sosial. FFS 2025 menghadirkan tiga juri dari berbagai latar belakang profesional, yakni Nur Syafitri, S.I.Kom (SMK Taruna Bhakti), Teguh Setiawan, S.Pd., M.I.Kom (Dekan Vokasi IMDE), dan Devi Septiandini, M.Pd (Dosen Pendidikan Sosiologi UNJ).

Menurut Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, M.Si., Koordinator Program Studi Sosiologi UNJ, festival ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk berpikir kritis dan berkreasi melalui media film.

“Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan karakter anak muda masa kini yang dekat dengan dunia film dan digital. Harapannya, semakin banyak siswa yang berpartisipasi di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

baca juga 

Lewat karya film yang dihasilkan, peserta diharapkan mampu menggugah kesadaran penonton terhadap isu pendidikan, literasi digital, dan kepedulian lingkungan, serta mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan sosial di sekitar mereka.


Dewan juri sedang melakukan penilaian

Selaku ketua pelaksana, Chayara mengungkapkan rasa bangganya atas suksesnya penyelenggaraan acara tahun ini. Sementara itu, Teguh Setiawan, S.Pd., M.I.Kom, yang bertindak sebagai juri sinematografi dan editing, menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas karya peserta.

“Banyak film yang sudah bagus secara visual dan menarik dalam pengeditannya. Semoga para peserta terus belajar dan berlatih agar karya mereka semakin berkualitas di masa depan,” ungkapnya.

Dengan mengusung tema isu pendidikan, FFS 2025 menayangkan tujuh film terbaik hasil karya orisinal peserta. Pemutaran film tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana inspirasi dan refleksi sosial bagi masyarakat terhadap kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. (teg)


Sunday, October 5, 2025

Upload Foto, Tulis Prompt, Unduh Hasilnya. Semudah Itu!

Pernahkah Anda membayangkan bisa mengubah atau menggabungkan foto hanya dengan menuliskan sebuah kalimat sederhana? Jika dulu hal itu membutuhkan keahlian desain tingkat tinggi dan software yang rumit, kini siapa saja bisa melakukannya dengan mudah. Teknologi kecerdasan buatan (AI) memungkinkan kita menciptakan gambar baru dari foto yang kita miliki, hanya dengan mengandalkan prompt instruksi teks yang sederhana namun penuh makna.


Bayangkan Anda punya dua foto: satu foto wajah dan satu foto pemandangan. Dengan aplikasi ini, Anda cukup menuliskan perintah seperti “Gabungkan wajah dengan latar pegunungan di waktu senja” dan dalam sekejap hasilnya akan muncul, siap diunduh. Inilah revolusi baru dalam dunia fotografi digital yang membuat siapa pun bisa menjadi kreator visual.

Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkahnya.

1.      Klik Link berikut

https://gemini.google.com/share/855c56640f6b

2.      Mengunggah Foto

Langkah pertama adalah memilih foto yang ingin digunakan sebagai bahan dasar. Pengguna cukup klik tombol Upload Foto, lalu pilih file gambar dari perangkat mereka. Aplikasi secara otomatis akan memproses file dan menampilkannya di layar.

Contoh: Anda ingin menggabungkan dua foto satu foto pemandangan dan satu foto manusia. Cukup unggah keduanya sekaligus.


3.       baca juga  Mengenal Prodi Produksi Media

Menuliskan Prompt

Bagian inti dari aplikasi ini adalah prompt, yaitu instruksi berupa teks yang memberi tahu AI bagaimana foto-foto tersebut harus digabungkan.

Prompt bisa berupa deskripsi singkat maupun detail, misalnya:

  • “Gabungkan foto wajah dengan latar belakang pegunungan seperti lukisan.”
  • “Tambahkan suasana malam dengan cahaya bulan dan bintang.”
  • “Jadikan kedua foto terlihat seperti poster film futuristik.”

Semakin jelas prompt yang ditulis, semakin sesuai pula hasil yang dihasilkan oleh AI.

 Contoh hasil prompt

masukan dua foto dan tuliskan prompt


Hasil generate

4.       Proses Penggabungan dengan AI

Setelah foto diunggah dan prompt ditulis, klik tombol Proses/Gabungkan. Aplikasi Anda akan bekerja di balik layar, memanfaatkan model AI untuk:

  • Menganalisis foto yang diunggah,
  • Menyusun komposisi sesuai instruksi prompt,
  • Menghasilkan foto baru yang sesuai keinginan.

Proses ini biasanya berlangsung cepat, hanya dalam beberapa detik hingga menit, tergantung ukuran file dan kompleksitas permintaan.

baca juga Mahasiswa Promed belajar AI

5.       Mengunduh Hasil

Begitu foto selesai diproses, pengguna bisa langsung melihat hasilnya di layar. Jika sudah sesuai, tinggal klik tombol Unduh Hasil. Foto akan tersimpan di perangkat dengan kualitas tinggi, siap dibagikan atau digunakan sesuai kebutuhan.

 

Tips Agar Hasil Maksimal

  • Gunakan foto dengan resolusi baik agar hasil gabungan terlihat tajam.
  • Tulis prompt yang spesifik, misalnya: “Gabungkan wajah dengan latar kota Jogja di pagi hari”, bukan hanya “gabungkan foto”.
  • Jika hasil pertama belum sesuai, coba variasikan prompt dengan kata-kata lain.

 

 

 

 

 

 

Sunday, September 28, 2025

“Kreator Hebat Ditolak Gara-Gara Alat? Ironi Zaman Digital”

Kadang saya suka heran, ada aja lowongan kerja atau project yang syaratnya harus punya device tertentu. Rasanya agak aneh. Emangnya ide, kreativitas, dan kerja keras bisa diukur dari alat yang dipakai?

Menurut saya sih, device bagus itu cuma bonus. Punya kamera canggih, laptop kenceng, atau HP yang mahal memang bisa mempermudah proses. Tapi kalau dijadikan syarat mutlak, akhirnya malah bikin banyak orang kreatif tersisih. Padahal mereka mungkin punya ide segar dan semangat belajar yang lebih tinggi dibanding yang sudah “bermodal”.

Kreativitas Bukan Soal Alat

Saya percaya, yang bikin konten bagus itu bukan alatnya, tapi orang di baliknya.

  • Orang bisa bikin video menarik cuma pakai HP sederhana, asalkan ceritanya relate.

  • Skill ngedit bisa dipelajari pelan-pelan, nggak harus langsung jago.

  • Konsistensi jauh lebih penting, karena dari situlah orang berkembang.

Kalau mikir harus punya device mewah dulu baru bisa berkarya, ya kapan mulainya?

Efek dari Syarat Device

Nah, kalau lowongan kerja terus-terusan menekankan device tertentu, efeknya bisa diskriminatif. Orang-orang yang sebenarnya berbakat tapi belum punya modal besar otomatis tersingkir. Padahal dunia digital harusnya jadi ruang yang terbuka, tempat siapa aja bisa menunjukkan karyanya.

Jadi, Apa Pentingnya Device?

Menurut saya, device itu ibarat alat bantu. Sama kayak pensil buat penulis atau kuas buat pelukis. Penting? Iya. Tapi apakah menentukan hasil akhir? Nggak selalu. Yang lebih menentukan adalah ide, cara eksekusi, dan konsistensi berkarya.

Penutup

Jadi kalau kamu lihat lowongan kerja yang syaratnya ribet soal device, coba pikir dua kali. Apakah mereka benar-benar cari talenta, atau cuma cari orang yang kebetulan punya alat tertentu?

Karena pada akhirnya, kreativitas sejati lahir dari pikiran, bukan dari genggaman gadget mahal.

Saturday, August 9, 2025

Guru Wajib Tahu! Trik Adopsi AI ala Onno W. Purbo yang Bikin Murid Semangat Belajar

Di era transformasi digital saat ini, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) telah merambah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Perubahan ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi para pendidik. AI tidak lagi hanya menjadi wacana teknologi masa depan, melainkan sudah menjadi alat nyata yang dapat membantu proses belajar mengajar secara lebih efektif, personal, dan adaptif. Bagi guru, menguasai dan memanfaatkan AI bukan hanya meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan di abad ke-21 yang serba cepat.


Onno W. Purbo, salah satu tokoh teknologi terkemuka di Indonesia, memandang adopsi AI di kelas sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Menurutnya, AI dapat menjadi mitra yang meringankan beban administratif, menyediakan sumber belajar yang kaya, serta membantu menyusun materi sesuai kebutuhan dan gaya belajar siswa. Namun, implementasi AI di sekolah tidak dapat dilakukan secara instan dibutuhkan pemahaman, perencanaan, dan strategi yang matang agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal, sekaligus menghindari dampak negatif yang mungkin muncul.

Bagi yang ingin mempelajari lebih lanjut, materi lengkap karya Onno W. Purbo dapat diunduh dan digunakan secara bebas melalui tautan berikut: Download Materi Adopsi AI di Kelas. Silakan dimanfaatkan untuk pengembangan pembelajaran di kelas, dengan tetap mencantumkan nama pembuat sebagai bentuk penghargaan.